6 April 2015 - 04:41
Barat Terima Realitas Nuklir Damai Iran

Khatib Shalat Jumat Tehran mengapresiasi upaya tim perunding nuklir Republik Islam Iran untuk mencapai pernyataan bersama dalam negosiasi dengan Kelompok 5+1 (Rusia, Cina, Inggris, Perancis, Amerika Serikat ditambah Jerman) di Lausanne, Swiss.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Muhammad Emami Kashani dalam khutbah Jumat hari ini, (Jumat, 3/4 ), menyinggung negosiasi nuklir di Lausanne, dan mengatakan, kerangka umum pernyataan bersama perundingan nuklir menunjukkan bahwa Barat telah menerima realitas Iran yang memiliki energi nuklir untuk tujuan damai, di mana sebelumnya, Barat tidak menerima fakta ini.

Ia menambahkan, tim perunding nuklir Iran telah mempertahankan hak bangsa negara ini dengan baik (dalam menghadapi Barat) untuk memiliki program nuklir damai.  

Hak Iran, kata Ayatullah Emami Kashani, diterima Barat berdasarkan perjanjian-perjanjian internasional, namun tentang perinciannya akan dibahas dalam tiga bulan mendatang.

Khatib Shalat Jumat Tehran juga menyinggung pencabutan sanksi-sanksi terhadap Iran, dan menuturkan, para perunding Barat menerima bahwa sanksi-sanksi terhadap Iran harus dicabut, bukan ditangguhkan, di mana ini adalah prestasi besar dalam perundingan nuklir di Lausanne.

Mengenai pidato Barack Obama, Presiden AS tentang perundingan nuklir di Lausanne, Ayatullah Emami Kashani menjelaskan, Obama telah mengaku di hadapan dunia atas kegagalannya untuk meyakinkan Iran mundur dari program damai nuklirnya, meskipun ia berkata bohong tentang senjata nuklir, padahal Iran tidak pernah mengejar senjata nuklir, dan tidak akan pernah melakukannya.

Khatib Shalat Jumat Tehran lebih lanjut menyinggung faktor-faktor kesuksesan dalam perundingan nuklir.

Menurutnya, faktor keberhasilan tim perunding nuklir Iran adalah peningkatan ilmiah negara dari sisi pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan Iran di peringkat dunia.

Ia menuturkan, perkembangan ilmu pengetahuan telah mendorong Iran ke arah kemajuan termasuk Ekonomi Muqawama yang telah ditekankan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.

Iran dan Kelompok 5+1 pada Kamis malam, mengeluarkan pernyataan bersama yang menentukan "kerangka" kesepakatan final tentang aktivitas damai nuklir Iran setelah berunding intensif selama sembilan hari di kota Lausanne.

Menurut Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran, dokumen final perundingan nuklir Iran dan Kelompok 5+1 akan disusun hingga Juni mendatang berdasarkan penyelesaian solusi yang diperkirakan dalam pernyataan bersama. (IRIB Indonesia/RA)